Jangan Konsumtif
Menuju Ramadhan…
Banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa2 dari puasanya kecuali lapar dan dahaga. Dan
Banyak orang yg sholat malam tetapi
tidak mendapatkn apa2 dari sholatnya itu kecuali dia tidak tidur.
Menjelang akhir ramadhan hampir di pastikan seluruh pusat perbelanjaan diserbu
pengunjung. Siapakah mereka?? Iyaa, sebagian besar dari mereka adalah kaum
muslim yang berbelanja untuk persiapan menyambut hari raya. Tidak cukup satu
pakaian. 2,3, pakaian di beli sekaligus. Promosi discoun yang berjajar di barbagai t4 pusat perbelanjaan mulai dari 30-80 % menjadi pemicu untuk berbelanja
sebanyak-banyaknya. begitupun juga dengan makanannya.
Berpuasa ramadhan dengan membiarkan Diri Kita berbudaya konsumtif jelas, ini merupakan penyimpangan dari ajaran
Islam. Islam adalah agama rahmat bagi seluruh penghuni jagad raya ini,
rahmatan lil ‘alamiin. Betapa tidak,,, seorang yang memberikan minuman kepada
anjing yang ke hausan, ia di ampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT (HR.Imam Al
Bukhori). Berpuasa ramadhan dengan pola hidup konsumerisme itu, yang tidak akan
mengubah perilaku Kita. Kendati kita telah menjalani puasa ramadhan puluhan
kali, maka keadaan tetap tidak akan berubah. korupsi, maksiat, munkarot,
kemiskinan, ketidak adilan, dan lain sebagainya, tidak akan pernah pergi, dan
tetap akan menjadi bagian dari kehidupan Kita. Puasa seperti inilah yang sangat
di khawatirkan oleh Nabi SAW, karna akan membawa lapar dan dahaga saja.
Ramadhan harus mampu mengubah muslim dari buruk menjadi baik, dari baik menjadi
lebih baik. Dan begitu seterusnya.
Karna ramdhan adalah momentum
yang tepat untuk mengubah karakter hidup muslim dari mengikuti pola budaya konsumerisme yang cenderung egois dan individualis
menjadi mengikuti prilaku Nabi Muhammad SAW yang menekankan pembangunan ke Sholehan Sosial. Apabila seorang muslim tidak mengubah
prilakunya dengan ibadah2 di bulan ramadhan, maka ramadahan akan menjadi
rutinitas yang datang setiap tahun tanpa membawa perubahan apa2. Inilah yang
sangat di khawatirkan nabi Muhammad SAW.
Asaalamu’alaykum Warohmataullahi
wabarokatuuh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar